Senin, 29 Desember 2008

Potensi Mantra Untuk Terapi Penyembuhan

Mantra dikenal orang hanya sebagai kata yang mempunyai arti berbau magis atau malah klenik. Tentu bisa dimaklumi. Karena akibat pemakaiannya lebih banyak berdekatan ke hal-hal tersebut. Seperti untuk memanggil roh leluhur oleh seorang dalang guna memohon perlindungan dan bantuan agar lancar sebelum berlangsung pergelaran wayang. Selain itu nilai mantra yang bersifat spiritual sebenarnya mampu menggiring kesembuhan berbagai jenis penyakit.
Sebelumnya, mantra dikenal sebagai Puisi Mantra yang hanya untuk dilisankan bukan secara tertulis. Sebagaimana ditulis oleh Charles Rockwell Lanman dalam bukunya A Sanskrit Leader dan kemudian dikutip oleh Yus Rusyana, seorang guru besar dan dosen Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Bandung, dan ahli bahasa bahwa mantra berarti ungkapan atau suara hati yang dilisankan dalam tatakrama atau kebiasaan-kebiasaan yang ada hubungannya dengan berdoa/menyembah (sesuatu) dalam wujud nyanyi-nyanyian suci atau tulisan-tulisan suci.
Mantra disebut sebagai ajian atau jimat. Jelasnya, bahwa puisi mantra yang kemudian disebut cukup dengan mantra itu adalah bentuk puisi-puisi lisan tua yang mengandung nilai kekuatan magis. Menurut, Yus Rusyana dalam bukunya Bagbagan Puisi Mantra Sunda, tingkah laku magis adalah tingkah laku (manusia) untuk mencapai keinginan-keinginannya dengan cara menguasai dan menggunakan kekuatan sakti di luar batas akal dan kasat mata (gaib).
“Ciri tingkah laku magis itu adalah di antaranya melisankan mantra yang dilakukan tidak di sembarang tempat dan waktu. Hal tersebut karena berhubungan dengan kepercayaan tujuan yang ingin dicapainya,” ucapnya, belum lama ini.
Sementara itu seorang pengamat spiritual asal Jakarta, Retty Isnendes telah mengklasifikasikan mantra menjadi beberapa jenis. Dari mantra yang dia dokumentasi sebanyak 183 mantra, diklasifikasikan sebagai berikut; jangjawokan 53 buah, asihan (pengasihan) 46 buah, ajian 34 buah, singlar (penolak bala) 24 buah, jampe (jampi-jampi) 14 buah, dan rajah berjumlah 12 buah.
Jangjawokan, untuk mencapai keselamatan dari suatu perjalanan dan tingkah laku kehidupan sehari-hari, misalnya saja, untuk mandi, makan, berpergian, berhias, dan sebagainya. Makhluk halus yang dipanggilpun adalah makhluk halus yang baik-baik saja semisal dewata, kangjeng sinuwun agung, pohaci (dewi). Syarat jangjawokan umumnya ringan-ringan saja seperti puasa Senin-Kamis, puasa di hari kelahiran (weton/wewedalan).
Tujuan asihan adalah untuk menguasai sukma atau jiwa manusia yang diingini, dicinta, dan disukai. Mantra asihan juga dipakai untuk menambah cahaya diri sehingga menjadi lebih cantik atau tampan. Makhluk halus yang dipanggil ada dalam kategori makhluk halus baik-baik.
Dan syarat ”membeli” asihan adalah terhitung dalam pengertian proses cara menggunakan alat itu yang benar, sampai seseorang dapat memenuhi permintaanya. Bahkan tanpa efek samping dalam tubuh. Soalnya prosesnya kan alamiah karena teknologi adaptasi. Maka itu konon efek samping besar seperti cacat badan, efek kecil seperti sakit flu pun tidak ada,” ucap Wong yang masih kelihatan dalam usia 30-an. Semua alat, sambung dia diimport dari Inggris.
Karena teknologi adaptasi, Wong mengatakan tenaga kerja untuk semua jenis operasi tidak ada tenaga asing. Semua orang dalam negeri. Kebetulan pula, Salome punya bidang pendidikan atau sekolah kecantikan. Sehingga selesai sekolah langsung praktik. Bahkan kalau sudah merasa mampu mau buka praktik sendiri, malah didukung.
Begitu pula tenaga dokter spesialis, kata dia pihal Salome ibaratnya hanya sebagai konsultan. Konsumen merasa kurang apa dan bagian mananya, Salome sebatas menerima dan menyarankan. Baru disampaikan kepada dokter yang sudah menjadi rekanannya untuk tahap praktik operasinya.
Soalnya untuk melihat latar belakang yang menjadi sebab kekurangan. Dengan mengetahui latar belakang lebih mudah mengatasi masalah tertentu. Sehingga perlu dokter atau cukup hanya dengan teknkologi adaptasi. Seperti belakangan kebanyakan masalah hitam di kantong mata. Hitam ini, kata Wong disebabkan banyak faktor. Antara lain, kurang tidur, memakai kosmetik terlalu lama, dan semacamnya.
Setiap satu jenis operasi ditentukan berdasarkan paket. Isi paket menjamin satu kali berurusan semisal untuk operasi hidung atau dagu biar lancip, maka Salome bertanggungjawab sepenuhnya sampai benar-benar tercapai hasil maksimal sesuai keinginan konsumen.
Kalau untuk tambahan ramuan secara tradisional seperti jamu-jamuan misalnya, Wong mengatakan bisa saja. Tapi nantinya tidak akan menghasilkan yang maksimal. Memang ada kombinasi, tapi tidak khusus.
Seperti untuk memutihkan badan, kata dia tanpa perlu kombinasi tradisionil dengan cara lulur. Karena seseorang cukup masuk dalam satu ruang khusus pemutih yang tersedia di Salome, lalu berendam selama 2 menit, terus dibilas, maka kalau dilakukan sebanyak 2-3 kali datang dalam seminggu akan langsung putih untuk selamanya. Tidak perlu perawatan harus datang satu minggu atau sebulan berapa kali. Asal sudah putih tidak perlu datang lagi. Sebab konsumen diberikan obat khusus yang dikombinasikan dengan oksigen yang bekerja memberi tekanan masuk obat ke dalam tubuh, secara canggih dan aman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar