Senin, 12 Januari 2009

Tip Cara Melihat Aura

Banyak orang menduga aura hanya dapat dilihat dengan kekuatan batin tingkat
tinggi, atau dengan bantuan khodam. Yang lebih modern, aura dapat terlihat jelas
lewat hasil jepretan kamera kirlian. Tapi tahukah, aura sebenarnya dapat dilihat
dengan mata telanjang. Tips berikut ini akan memandunya. Namun sebelum kita
ulas lebih jauh, ada baiknya kita temgok sejenak mengenai apa dan bagaimana
sifat aura itu. Maksudnya agar kita tidak berpijak pada pemahaman yang salah.
Ada beberapa hal penting yang berkaitan dengan aura :
Aura manusia selalu berubah-ubah sesuai dengan kedewasaan kepribadian
seseorang.
Aura manusia berwarna-warni sesuai dengan kepribadian dan kehidupan
seseorang. Masing-masing warna aura menunjukkan kepribadian yang berbeda.
Panjang pendeknya aura dapat dideteksi dengan indra peraba kulit maupun
dengan tongkat deteksi.
Aura seseorang dapat mempengaruhi maupun dapat dipengaruhi oleh lingkungan
sehingga dapat bertambah maupun dapat berkurang karena faktor lingkungan.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar pancaran aura tetap cemerlang,
diantaranya :
Makan makanan yang halal, baik dan tidak berlebihan.
Olahraga yang cukup dan teratur.
Memenuhi kebutuhan tubuh akan udara segar.
Istirahat dengan cukup, mengurangi rokok, alkohol dan obat terlarang.
Mengurangi gerak hati, gerak pikir dan kegiatan-kegiatan yang buruk.
Mengurangi sikap hati yang kasar, mudah emosi dan memperbanyak rasa kasih
sayang.
Sekarang, mari kita mulai latihan melihat aura. Sebelum melihat aura orang lain,
ada beberapa urutan latihan yang harus dilakukan demi kesempurnaan hasil.

1. Melihat Aura Dengan Jari Tangan
Carilah tembok yang berwarna putih, lalu duduklah dengan tenang pada jarak 1/2
meter dari tembok. Ambil nafas sebanyak mungkin dan tahan selama mungkin.
Lakukan sebanyak 5 kali. Gosoklah kedua telapak tangan hingga terasa hangat.
Tempelkanlah masing-masing jari tangan kanan dan kiri saling berpasangan.
Letakkanlah kedua tangan yang masih berpasangan tadi 30 cm didepan mata
dengan latar belakang tembok berwarna putih. Renggangkanlah perlahan-lahan
kedua telapak tangan saling menjauh. Perhatikanlah, antara kedua ujung jari tadi
akan mengeluarkan garis cahaya putih. Itulah aura yang memancar dari ujung
jari kita.

2. Melihat Aura Dengan Telapak Tangan
Tariklah nafas dan gosokkanlah kedua telapak tangan seperti pada cara No. 1.
Tempelkanlah salah satu telapak tangan pada tembok yang berwarna putih.
Tariklah nafas, tahan dan hembuskanlah. Lepaskan telapak tangan dari tembok.
Amatilah bekas telapak tangan yang tertinggal ditembok. Itulah aura yang
memancar dari telapak tangan dan lama kelamaan akan larut dalam aura alam.

3. Melihat Aura Diri Sendiri
Letakkanlah cermin besar dihadapan kita. Duduklah dengan tenang. Usahakanlah
latar belakang tembok berwarna putih dan penerangan berupa lampu neon.
Tariklah nafas sebanyak mungkin dan tahanlah selama mungkin. Ulangilah
sebanyak 5 kali. Tataplah bayangan diri kita yang ada dicermin. Pandangan mata
diusahakan tidak melihat tubuh maupun bayangan tubuh, namun lihatlah batas
tepian kepala dengan latar belakang tembok. Setelah pandangan mata kita
terfokus, maka perlahan-lahan dari kepala dan bahu akan keluar cahaya aura
kita. Sinar yang pertama kali terlihat, biasanya berwarna putih. Putih ini biasanya
bukan merupakan warna aura kita yang sesungguhnya, melainkan dari warna
aura yang sesungguhnya. Tataplah terus sampai kita melihat warna lain yang
tidak berubah. Setelah berhasil, mulailah untuk melihat aura orang lain.

4. Melihat Aura Orang Lain
Mintalah bantuan seseorang yang akan menjadi objek untuk berdiri didepan
tembok yang berwarna putih. Usahakanlah penerangan didalam ruangan dibuat
remang-remang atau redup. Berdirilah lebih kurang 3 meter didepan objek.
Fokuskanlah pandangan mata pada bagian tepi kepala dan bahu objek. Perlahanlahan
akan keluar sinar aura dari tepi kepala objek. Fokuskanlah pandangan pada
seluruh tepian tubuh objek, maka seluruh tubuh objek akan memancarkan warna
aura.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar