Rabu, 04 Februari 2009

Cara Mendapatkan Ilmu Laduni Menurut Alqura'an dan Sunnah

Bismillah….
Sebelum membaca artikel ini, mari luruskan dahulu yaqin kita kepada Allah….
Bahwa Makhluq ini tidak kuasa, tapi Allah yang maha kuasa!
Belajar (menuntut ilmu) diwajibkan untuk semua muslimin dan muslimat (hadits).
Tapi Hakikatnya ilmu dtang dari Allah bukan dari Belajar. Begitu pula rezeki datang
bukan dari kerja kita.!
Kita Belajar karena perintah Allah dan Sunnah Nabi.
Jika Allah kehendaki, dengan belajar - Allah berikan ilmu
Jika Allah kehendaki, dengan belajar - tapi Allah tidak berikan ilmu
Jika Allah kehendaki, tanpa belajar pun - Allah berikan ilmu
Laailaha illallah
Belajar itu makhluq, Allah yang kuasa


Kata laduni dipetik dari ayat Allah yang berbunyi:
"Dan kami telah ajarkan kepadanya (Nabi khidhir) dari sisi Kami suatu ilmu". (Al
Kahfi: 65)
ilmu laduni /ilmu mauhub merupakan salah satu ilmu yang harus dimilki oleh orang yang
ingin menjadi ahli tafsir alqur'an. Disamping harus mengusai 14 cabang ilmu lainnya
seperti ilmu lughah, nahwu, saraf, balaghah, isytiqoqo, ilmu alma’ani, badi', bayan, fiqh,
aqidah, asbabunuzul, nasikh mansukh, ilmu qiraat, ilmu hadits, usul fiqah ( hukumhukum
furu') dan ilmu mauhub ( fadhilah alqur'an, syaikh maulana zakariyya).
Ilmu ini adalah karunia khusus dari Allah swt.
"man 'amila bimaa 'alima waratshullahu 'ilma maa lam ya'lam"
Artinya : Nabi SAW bersabda :" BARANGSIAPA YANG MENGAMALKAN ILMU
YANG IA KETAHUI MAKA ALLAH AKAN MEMBERIKAN KEPADANYA ILMU
YANG BELUM IA KETAHUI"
Perkara ini telah dijelaskan oleh sayyidina "ali ra. saat beliau menjawab pertanyaan orang
ramai, apakah beliau telah mendapatkan ilmu khusus atau wasiat khusus dari Rasulullah
saw. yang hanya diberikan kepada beliau dan tidak kepada orang lain?"
Hazrat ‘ali ra. menjawab :" Demi Tuhan yang telah menciptakan surga dan jiwajiwa,
aku tidak pernah mendapat apa-apa selain daripada ilmu yang Allah berikan
kepada seseorang untuk memahami alqur'an!"
ibnu abi dunya rah. berkata bahwa pengetahuan daripada Al-quran dan apa-apa yang
didapati daripada alqu'an begitu luas daripada alqur'an. Seorang pentafsir harus
mengetahui 15 cabang ilmu yg disebutkan diatas. Tafsiran orang yang tidak mahir
dalam ilmu-ilmu ini adalah termasuk tafsiran bil-rakyi (tafsir menurut fikiran
sendiri) yang hal ini DILARANG OLEH SYARA'. Para sahabat ra. mendapat ilmu
bahasa arab secara tabii dan ilmu-ilmu lain mereka dapati langsung dari ilmu kenabian
(nabi SAW).
Nabi SAW bersabda :"Barang siapa yang berfatwa dalam masalah agama, tanpa
ada ilmu maka baginya laknat Allah, malaikat dan manusia seluruhnya" (HR.
Imam suyuti).
Jadi Ilmu laduni = ilmu dari Allah asbab hasil amal...karena Allah telah tunjukan cara
mendapatkannya pada kita.
ilmu laduni dan cara/jalan untuk mendapatkannya didalam ALQU'AN DAN HADITS :

1. TAKUT KEPADA ALLAH
kitab alhikam, syaikh ibnu athoillah alasykandary (kepala madrasah alazhar-asyarif abad
7 hijriah) menyebutkan nukilan ayat dari alqur'anulkarim :
"wataqullaha wayu'alimukumullah"
artinya : "Takutlah kepada Allah niscaya Allah akan mengajari kalian"
Sifat takut/tunduk/patuh hanya kepada Allah, sangatlah mulia. Bukan saja ilmu laduni
yang Allah beri tapi Allah akan tundukan semua makhluq padanya bahkan para
malaikatpun akan berkhidmad dan senantiasa membantunya (atas izin Allah), sebagai
mana maksud dari haidts nabi SAW :
Nabi saw bersbda : "man khofa minallahi khofahu kulla syai waman khofa ghoirallah
khofa min kulli syai"
artinya : "Barang siapa yang takutnya hanya kpd Allah maka Smua makhuq akan
takut/tunduk padanya. Barangsiapa takut/tunduknya kpd selain Allah maka semua
makhluq akan (menjadi asbab) ketakutan baginya "
Lihatlah kisah-kisah salafushalih kita, bagaimana pasukan dakwah sahabat berjalan diatas
air melintasi sungai tigris irak, pasukan dakwah sahabat yang berjalan melintasi laut
merah, mu'adz bin jabal ra shalat 2 rekaat maka gunung batu yang besar terbelah duamembuka
jalan untuknya, para sahabat terkemuka boleh mendengarkan dzikir bendabenda
mati (roti dan mangkuk) .
Abu dzar alghifary ra. atas perintah khalifah umar ra., beliau ditugaskan utk memasukan
kembali lahar gunung berapi yang sudah keluar dari kawahnya. maka atas izin Allah,
lahar panas tsb masuk kembali ke kawah gunung tsb (hayatushabat).
Abdullah atthoyar ra. boleh terbang seprti malaikat yang punya sayap, maka ketika
ditanya oleh rasulullah, apa yang menjadi asbab Allah berikan karomah tersebut, maka
beliau menjawab "saya pun tidak tahu, tapi mungkin karena aku dari sebelum saya
masuk islam sampai sekarng pun saya tidak pernah minum khamr, …dst".

2. MENGAMALKAN ILMU YANG DIKETAHUI
sebuah hadits shohih menyebutkan bahwa nabi muhammad saw bersabda :
"man 'amila bimaa 'alima waratshullahu 'ilma maa lam ya'lam"
Artinya : Nabi SAW bersabda :"BARANGSIAPA YANG MENGAMALKAN ILMU
YANG IA KETAHUI MAKA ALLAH AKAN MEMBERIKAN KEPADANYA ILMU
YANG BELUM IA KETAHUI"

3. TIDAK MENCINTAI DUNIA
'alammah suyuti rah. berkata :"kamu menganggap bahwa ilmu mauhub adalah diluar
kemampuan manusia. Namun hakikatnya bukanlah demikian, bahkan cara untuk
menghasilkan ilmu ini adalah dengan beberapa asbab. Melalui ini Allah swt. telah
menjanjikan ilmu tersebut. Asbab-asbab itu adalah seperti : beramal dengan ilmu
yang diketahui, tidak mencintai dunia dan lain-lain…."
Sebagaimana dalam sebuah hadits, bahwa Nabi SAW bersabda yang artinya : "Barang
siapa yang zuhud pada dunia (tidak cinta dunia), maka akan Allah berikan
kepadanya ilmu tanpa Belajar" (Fadhilatushaqat).

4. Berdoa
Semua itu datang bagi Allah, maka Rasulullah mencontohkan kepada kita agar senantiasa
berdoa agar diberikan ilmu dan hidayah dari Allah swt.
Untuk menumbuhkan rasa takut pada Allah dengan dzikir
Untuk menumbuhkan zuhud pada Allah dengan mujahadah
Sedangkan Doa akan diterima jika kita ikhlash.....
Untuk itu kita harus belajar dan dibimbing oleh guru-guru yang mursyid.
5. Berdakwah
Jika kita berdakwah (amr bil ma'ruf wa nahya 'anil munkar) atau mengajak kepada
kebaikan dan mencegah kemungkaran maka Allah akan berikan kepada kita ‘ilm wa hilm
("ilmu dan kelembutan hati) langsung dari qudrat Allah swt.
Sebagaimana dalam hadits qudsi(kurang lebih maknanya) tatkala Allah menceritakan
keutamaan umat akhir zaman kepada Nabi isa as., mereka memakai sarung pada perutperut
mereka, jika mereka berjalan di tanah rata mereka berdzikir 'alhamdulillah",
ditanah yang menanjak mereka berdzikir "allhuakbar" ,jika berjalan ditanah yang
menurun mereka berdzikir "subhanallah" dan mereka mengajak kepada kebaikan dan
mencegah kemungkaran (berdakwah) ,
maka Nabi isa as. bertanya : "Bagaimana mereka akan berdakwah padahal mereka tidak
punya 'ilm dan hilm(kelembutan hati)?
Maka Allah firmankan :"Aku sendiri yang akan memberikan kepada mereka ilm
dan hilm "(Muntakhob ahadits)
ilmu laduniadalah karunia khusus/khas bagi hambanya, terlebih bagi mereka yang telah
ma'rifat. Orang yang telah ma'rifat akan mendapatkan segala-galanya karena tidak ada
keinginan dunia dalam hatinya.
Nabi SAW bersabda : 'man wajadallah wajada kulla syai, man faqadallah faqada kulla
syai'
artinya : Barang siapa kenal kepada Allah maka ia akan mendapatkan segalagalanya
Barang siapa yang kehilangan Allah (tidak kenal Allah) maka ia kehilangan segalagalanya.

( Kumpulan Khutbah jum'at romo kyai).
Dalam kitab kimiyai saadat, bahwa ada tiga jenis manusia yang tiadak akan bisa
memahami alqur'an :
- Pertama : Seorang yang tidak memahami bahasa arab
-Kedua : Orang yang berkekalan dengan dosa-dosa besar dan bid'ah. Ini karena dosa dan
amalan bid'ah itu akan menghitamkan hatinya yg menyebabkan dia tidak mampu
memahami alqur'an.
_ketiga : Orang yang yakin hanya terhadap makna-makna dhahir saja dalam halhal
aqidah (mengambil makna dhohir dari ayat/hadits mutasyabihat, aqidahnya
bermasalah: mu'tazillah, mujasimmah dsb). Perasaanya tidak dapat menerima apabila
dia membaca ayat alqu'an yang bertentangan dengan keyakinannya itu. Orang yang
demikian tidak akan bisa memahami alqur'an.
Ya Allah Peliharalah kami daripada mereka!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar