Rabu, 11 Februari 2009

Manusia Alam Gaib dan Mahluk Gaib

Manusia : Penciptaan Dan Hidupnya.
Manusia merupakan :
1. Ciptaan Tuhan yang paling sempurna di antara semua mahluk.
2. Microcosmos (Jagad Alit = Bawono Alit) yang sempurna dariMacrocosmos
Jagad Ageng = Bawono Ageng).
3. Kerajaan Allah dalam bentuk kecil.
4. Perwujudan dari keindahan Tuhan yang sangat indah.
5. Kalifah Tuhan yang Kuasa (sebagai Utusan) tetapi tidak Maha
Kuasa (bukan Tuhan).
Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna karena Tuhan berkata : “Aku
berikan segalanya kepada manusia”.
Berfirmanlah Allah : “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar
dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di
udara dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di
bumi” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar
Allah diciptakan-Nya dia. Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan
menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu
menjadi mahluk yang hidup.
(Al Kitab, Kejadian 1: 26-27b, 2 : 7)
Bahwa pada awalnya dunia ini kosong lalu Allah menciptakan langit dan bumi
beserta segala isinya, membuktikan bahwa Allah Maha Besar danMaha Kuasa.
Semua itu dapat tercipta dari daya cipta Tuhan sendiri atau sifat Allah sendiri yang
Pemurah, Pengasih lagi Penyayang (Ar Rakhman Ar Rakhiim). Manusia adalah
ciptaan Tuhan Allah yang paling sempurna karena Allah menciptakan manusia
menurut gambarNya dan manusia ditempatkan untuk berkuasa atas seluruh bumi
dan isinya.Manusia terbentuk dari debu tanah yang kemudian menjadi daging dan
darah, sedangkan nafas kehidupan yang dihembuskan Allah menjadi Roh dalam
tubuh manusia. Daging bisa hancur dan kembali ke asalnya menjadi debu tanah
ketika manusia itu mati dan dikuburkan, tetapi roh tetap ada dan kembali kepada
yang menghembuskan-nya yaitu Allah.
Manusia diciptakan menurut gambar Allah mempunyai makna bahwa
manusia dikaruniai daya cipta seperti Allah. Karena manusia mewarisi
sifat Allah Yang Maha Pencipta maka dengan Daya Ciptanya dan kekuatan Roh
Allah di dalam manusia, ia dapat men-ciptakan segala sesuatu dan dapat terwujud.
Semua itu dapat terjadi karena pada dasarnya manusia dibekali oleh Tuhan dengan
5 macam zat yang daya-dayanya dapat digerakkan
sebagai daya spiritual. Daya-daya dari zat-zat ini secara spiritual akan
memancar dari ke 13 Cakra yang ada pada badan manusia. Ke 5 daya tersebut
dapat digerakkan sesuai sifatnya dengan syaratmanusia tersebut harus
membawakan sifat Allah yang Pemurah, Pengasih dan Penyayang. Dari sini juga
awal dari perkataan Kun Fa Yakuun yang artinya yang terucap maka jadi dan wujud.
Daya cipta inilah hal yang paling menonjol diwariskan oleh Allah kepada manusia,
oleh karena itu jika menggunakan daya ciptanya manusia jangan lupa kepada Allah
Yang Maha Kuasa.
Sayangnya manusia seringkali mempergunakan daya ciptanya untuk halhal
negatif yang tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah. Hal- hal negatif
tersebut terbentuk karena manusia dibekali Nafsu Daging dan Nafsu Darah. Nafsunafsu
dasar manusia jika diuraikan contohnya akan terlihat lebih dari 100 macam
nafsu. Dengan penggerak motor nafsunya manusia melakukan perbuatanperbuatan
yang tidak berkenan di mata Allah. Tindakan negatif yang sering
dilakukan :
1. Kejahatan fisik yang nyata :
-Membunuh.
-Mencuri.
-Menipu.
-Memfitnah.
- Dan lain sebagainya.
2. Kejahatan gaib yang tidak tampak secara nyata :
-Melakukan wirid horizontal yaitu mempergunakan ayat-ayat suci Al
Kitab yang diarahkan langsung kepada orang yang dituju agar tujuan
nafsu pribadinya dapat terwujud. Padahal Firman Allah itu diturunkan
kepada manusia dengan tujuan untuk kebaikan.
-Menggerakkan roh halus / melakukan praktek dukun / meminta
kepada dukun untuk berbuat sesuai dengan nafsu dunia dengan cara
menggunakan daya cipta pikirannya dan membacakan mantra-mantra
untuk menggerakkan roh halus agar tujuan nafsu pribadinya terwujud.
Roh halus adalah roh-roh yang bergentayangan di bawah atau yang
disebut alam roh dan sering ter-lihat oleh manusia.
- Ilmu Black Magic atau sihir yaitu menggunakan kekuatan Nur (Roh
Allah) dan Daya Cipta fikirannya ditambah dengan mantra-mantra agar
tujuan nafsu pribadinya terwujud. Semua tindakan tadi merupakan
sebagian kecil contoh dari tindakan negatif manusia yang dapat
mengakibatkan sakit pada orang yang melakukannya dan jika orang yang
dituju tidak mempunyai bentengan iman yang kuat maka dapat berakibat
fatal. Orang yang melakukan tindakan tadi juga akan menerima
hukumannya dari Tuhan sebagai akibat dari tindakannya itu. Hidup dikuasai
nafsu berarti hidup dikuasai dosa dan upah dosa adalah maut atau
kebinasaan, kondisi jiwanya tidak tenang, selalu tidak puas dan suasana
hati selalu panas. Allah mengajarkan kepada kita agar dalam hidup selalu
membawakan cinta kasih, menjaga keluhuran budi dan dan kelurusan di
jalan Allah; agar kita terhindar dari dosa dan maut.
Membawakan Cinta Kasih akan menjadikan keindahan di dalam hidup ini. Dengan
membawakan Cinta Kasih (sifat pemurah, pengasih dan penyayang) maka kau akan
bertemu dengan Aku (sabda Allah). Kalau kau bisa mengikuti jejakKu maka kau bisa
merasakan keindahanKu. Jika Tuhan hidup mendekat kepada anda maka bukan
kebahagiaan dan kemuliaan yang datang tetapi justru cobaan dan ujian yang berat.
2.2 Atom Allah Pada Manusia.
Atom Allah yang ada pada manusia walaupun hanya sebesar biji sesawi
(kecil seka-li) tetapi tidak ada yang bisa menyamai, dalamistilah Jawa :
Sak Merico Binubut Gumilang Tan Keno Kinoyo Ngopo (dihaluskan
seperti merica / lada tetap cemerlang tidak bisa dibandingkan dengan
apapun). Kitab Suci adalah bimbingan / pimpinan hidup untuk mencari si
pemimpin hidup yang sebenarnya. Yang dicari dalam Kitab-Kitab Suci
adalah mencari Tuhan dalam diri manusia (Sejatining Sun Yo Sejatining
Siro = Sejatinya Aku adalah juga sejatimu).Dengan bimbingan kitab suci manusia
berupaya untuk mendudukkan rahsa (sebagai tahap awal dari Atom Allah) di
singgasananya (Kang Jumenengaken Roso Sejati) supaya Tinarbuko (berfungsi
secara spiritual). Atom Allah yang ada di jantung manusia dengan bimbingan kitab
suci diharapkan berkembang dalam tahapan = Perkembangan Atom Allah :
1. Rohso --> roso sejati.
2. Dhatullah / Dhat Allah --> mengingatkan.
3. Gusti / Kristus --> mulai duduk di singgasana.
4. Rasulullah / Muhammad / Utusan --> sebagai utusan, mendapat kuasa
dari Tu-han.
5. Tuhan sendiri / Aku --> pemilik 99 nama (sifat) Allah / yang
menghidupkan dan mematikan, yang awal dan akhir.
Aku adalah bagaikan Gaib Allah sendiri dipercayakan kepada orang
itu sendiri, ucapanNya bagaikan ucapan Allah sendiri. Dalam istilah Jawa : Kasebat
Aku Tanpo Aran (Disebut sebagai Aku tapi sebe-narnya tanpa nama). Yang
dimaksud dengan Aku adalah nama yang ke 100 dari zat mutlak
yaitu pemilik dari ke 99 nama (= asma = sifat) Allah (Asma’ul Husna).
Kita bisa memakai kekuatan berdasarkan 99 nama tersebut tetapi Aku
(yang ke 100) bisa menghapuskan kekuatan itu bila disalahgunakan
karena kita bukan pemilik dari asma / sifat tersebut. Di dalam Al Kitab
ada dalam ayat : “Aku adalah Aku, Aku ada dimana-mana, Aku adalah
Alfa dan Omega, yang awal dan yang akhir, yang menghidupkan dan
yang mematikan, Aku akan datang sebagai manusia untuk menghakimi”.
Yang menghidupkan asma-asma Allah adalah Atom Aku. Yang menghembuskan
nafas hidup (Roh Allah) kepada manusia adalah
Aku. Guru Mursyid dan Kawulo Gusti belum Khalik tetapi Utusan sudah
Khalik.Jarang orang yang sanggup sampai pada Aku, tetapi takut kepada Allah
sudah cukup. Jika Atom Allah sudah Tinarbuko (berfungsi secara spiritual) maka
akan menarik / menimbulkan kerinduan kepada Atom-Atom Allah yang ada pada
orang-orang lain, sehingga berlaku dalam istilah Kejawen :
Opo sing ono nang siro yo ono nang ingsun.
Sing ono nang ingsun yo ono nang siro.
Sing ono nang ingsun sampun tinarbuko.
Sing ono nang siro yo kepingin tinarbuko.
Supoyo besok nek wis ditimbali, kepingin nang sisih Allah.
(Apa yang ada di Anda juga ada pada Saya).
(Yang ada di Saya juga ada pada Anda).
(Yang ada di Saya sudah terbuka).
(Yang ada di Anda juga berkeinginan untuk terbuka).
(Supaya nantinya jika sudah kembali, ingin berada di sisi Tuhan).
Shadiqul Wa'd adalah sifat Atom Allah yang ada pada manusia yaitu
yang tidak pernah ingkar dan selalu menepati janji. Shadiqul Wa'd sudah
manunggal dengan induknya, itu adalah Makrifat. Shadiqul Wa'd bicara bila orang
sudah menjadi Muhammad, sudah menjadi Utusan. Pangeran artinya Pangengeran
yaitu tempat rakyat bisa mengengerkan dirinya (tempat rakyat untuk bertanya /
meminta petunjuk dan menggali ilmu). Setiap manusia mengengerkan dirinya pada
Atom Allahnya yang sudah berfungsi secara spiritual (Shadiqul Wa'd = Tesing
Gusti).
2.3 Bagian-Bagian Otak.
Otak (Singgasana Batara Guru) masih bisa dipakai untuk tujuan negatif
(masih ada Betari Durga).Otak adalah Pusat Energi manusia.
Bagian-bagian otak adalah :
1. Otak Depan --> Otak Budhi.
2. Otak Kiri & Kanan --> Otak Keseimbangan / Nafsu.
3. Otak Bagian Tengah --> Otak Intuisi : Menerima energi dari Allah
yang dise-but Intuisi --> Tahta Allah.
4. Otak Bagian Belakang Bawah --> Otak Kesadaran (Otak Kecil).
5. Otak Bagian Belakang Atas --> Otak Ingatan.
2.4 Bagian Badan / Zat Manusia.
Bagian badan atau zat pada manusia terdiri dari :
1. Badan Wadag (daging). 1. Badan Wadag (daging).
2. Badan Etheris (Etheric Double). 2. Badan Etheris (Etheric Double).
3. Badan Rokhani / Jiwa : 3. Kulit.
1. Kulit. 4.Kulit ari.
2. Kulit ari. 5. Badan Astral.
3. Rokh : 6.Badan Suksma.
1. Badan Astral. 7. Suksma.
2. Nyowo :1. Badan Suksma.
2. Suksma.
Suksma adanya di Otak / Kepala bagian tengah atas (Cakra 7), bisa
membuat orang berfikir dan berbicara. Suksma hanya dimiliki oleh manusia,
hewan tidak punya Suksma (ini perbedaan antara hewan dan manusia).
Kebanyakan orang mengatakan bahwa dengan ilmu Hangrogoh Sukmo (=
Ngrogoh Suksmo) bisa melepas Suksmo dari badan sehingga menjadi tidak
kelihatan tetapi ini tidak benar, karena tidak semudah itu untuk melepas
Suksmo. Jika bagian-bagian badan manusia tadi lepas dari tubuh maka terjadi :
- Suksmo meliputi seluruh roh (badan) sehingga --> Tidak kelihatan
(ilmu Hangrogoh Sukmo = Ngrogoh Suksmo).
- Etheric Double lepas dari tubuh --> Bisa wujud (lengkap dengan
pakaian), te-tapi tidak bisa (diajak) berbicara.
- Badan Astral dengan Kulit Ari --> Bisa wujud, tetapi tidak bisa (diajak)
berbicara.
- Suksma dengan Badan Astral dengan Kulit Ari --> Bisa wujud dan bisa
(diajak) berbicara.
- Suksma dengan Badan Suksma lepas dari tubuh --> Mokswa.
- Suksma dibungkus dengan Badan Suksma --> sama dengan
Malaikat Pemberi Spirit.
- Bayu dilepas dengan Suksma --> Ada suara tapi tak ada bentuk
(Ono Suoro Tanpo Rupo).
Beberapa contoh penglihatan gaib / penampakan :
- Peristiwa mengenai dilihatnya Ahmad Yani dengan berlumuran
darah oleh ibunya saat di kamar mandi, itu adalah Etheric Double dari
Ahmad Yani yang lepas dari tubuhnya.
Bisa juga dari Ahmad Yani yang terdiri dari Badan Astral di bungkus
oleh Ku-lit Ari.
- Peristiwa Bung Karno ada di kapal namun orang melihat Beliau
sedang pidato di lapangan itu merupakan tanda Beliau dibantu Roh
Penjaga Alam.
- Bila kita menemukan bahwa kita berhadapan dengan diri kita sendiri
maka se-baiknya ditanyakan apakah dia dari badan kita (bayangan =
mayonggo) atau dia adalah Roh Penjaga Alam karena Roh Penjaga
Alam bentuk badan dan mukanya mi-rip sekali dengan kita.
- Bila ada bentuk semacam leak, pocongan dan sebagainya maka itu
bisa dari roh-roh halus namun bisa juga hasil dari daya cipta manusia
(mahluk prayang-an).
2.5 Nafsu-Nafsu Manusia.
Nafsu-nafsu yang harus dimatikan (diperangi dengan Jihad) :
1. Nafsu syahwat.
2. Nafsu ingin memiliki segala-galanya.
3. Nafsu kesenangan hura-hura.
4. Nafsu kepentingan pribadi.
Nafsu-nafsu yang harus diluhurkan (jangan dimatikan) --> sedulur
papat :
1. Nafsu Amarah.
Emosi, dendam, keinginan terhadap sesuatu yang tidak tercapai.
Meluapkan emosi yang tidak terkendali sehingga dapat
mengakibatkan sesuatu yang buruk terjadi.
Sebagai contoh :
- Memarahi orang dengan kata-kata kasar tanpa kejelasan
penyebabnya.
- Iri hati, dengki, menyimpan dendam.
- Menghina / menghujat orang lain.
Sifat positif : Merupakan daya kemauan manusia.
2. Nafsu Haluamah.
Mencari kesenangan lahiriah sehingga melupakan Tuhan atau
disebut juga Nafsu Dunia.
Meluhurkan : Tidak boleh bicara apalagi melaksanakan perbuatan
terhadap nafsu duniawinya.
Sebagai contoh :
- Mencari nafkah sampai melupakan Tuhan.
- Menilai segala sesuatu dari segi materi.
- Serakah, kikir, tamak, korupsi.
- Membanggakan kecantikan fisik.
Sifat positif : Membangun badan (lahiriah).
3. Nafsu Sufiah.
Nafsu untuk mencari kesenangan batin atau disebut juga Nafsu
Batin.Meluhurkan : Tidak boleh bicara apalagi melaksanakan
Perbuatan terhadap nafsu batinnya. Sebagai contoh :
- Senang berjudi, mabuk, berzina.
- Bersukaria melihat penderitaan orang lain.
Sifat positif : Merupakan keinginan, kekuatan, mendekatkan hati
pada sesuatu.
4. Nafsu Mutmainah.
Berbuat sesuatu dengan pamrih, mencari popularitas.
Sifat sudah putih namun masih ada keinginan untuk pamer.
Sebagai contoh :
- Memberi bantuan supaya dipuji.
- Melakukan sholat supaya dipuji.
- Mengharapkan balasan / imbalan jika menolong orang.
Sifat positif : Merenung, mendekat pada Tuhan.Nafsu-nafsu ini jangan dimatikan
tetapi harus diluhurkan / Pancer (Sedulur Papat Limo Pancer = Saudara Empat
Lima Pancar) karena bila dimatikan maka manusia tidak punya spirit for life.
Spirit for life merupakan obyek Tenung. Tenung itu berat, kalau tidak ada spirit
for life berbahaya untuk orang itu karena orang akan menjadi Mati Sajroning
Urip (Mati dalam hidup). Tenung berbahaya karena tidak kelihatan tetapi
menentukan. Termasuk Nafsu Daging / Nafsu Makanan : amarah. Termasuk
Nafsu Darah / Nafsu Keinginan : keserakahan, nafsu balas dendam, ilmunya
untuk negatif.
Termasuk Nafsu Perut : nafsu syahwat, nafsu makanan. Mati Nafsu Daging itu
sudah tidak ada nafsu keinginan duniawi. Mati Nafsu Darah itu sudah tidak ada
keinginan akan suatu makanan tertentu.
Matinya Nafsu darah akan membuat orang punya daya Kuat Angkat
Junjung Drjad (bisa mengangkat manusia dari kegelapan).
Tuhan kecil --> membuat nafsu menjadi dayanya --> daya mistik.
Tapa Babakan Hawa Songo : menjaga 10 tempat keluarnya nafsu (apaapa
yang mem-bangkitkan nafsu lewat 10 tempat jangan diindra). -->
Jika dilatih maka maksudnya adalah untuk bertemu dengan Tuhannya.
Tempat-tempat nafsu yang harus diperhatikan :
1. Hidung.
2. Mulut.
3. Mata.
4. Kuping.
5. Tenggorokan.
6. Ulu hati.
7. Pusar.
8. Di bawah pusar.
9. Dekat dubur.
10. Kepala.
Antara 1 - 4 harus benar-benar dijaga.
2.6 Zat-Zat Pemberian Allah Kepada Manusia.
Zat-zat pemberian Allah pada manusia yang dayanya dapat digerakkan
sebagai daya spiritual adalah :
1. Astral Magnetisme.
Zat yang mempunyai magnet yang berhubungan dengan daya Alam Astral
yang dapat membuat manusia masuk ke Alam Astral (Alam Gaib). Astral
Magnetisme tampak berada di bawah kulit (Astral Magnetisme tidak
sampai menembus kulit, ukurannya lebih kecil dari badan manusianya). Di
saat manusia itu diam / Manter maka dari dalam tubuhnya akan
mengeluarkan / menggerakkan zat Astral Magnetisme, dari zat tersebut
maka mahluk halus akan takut (karena panas). Ilmu Kanuragan bersumber
pada pengolahan AstralMagnetisme.
2. Kriyasakti / Griyasakti.
Zat yang berkarya / bekerja dan bersifat sakti (Kriya = karya,
Sakti = sakti), yang dapat membuat manusia mempunyai sifat sakti.
Pusat kekuatannya pada kedua bokong kiri dan kanan (didalam lubang kiri
dan kanan dari tulang pinggul).
Jika kriyasakti bergerak maka akan ada rasa panas.
Penggunaan di dalam tubuh :
1. Zat ini dapat membuat manusia imun / kebal terhadap
bermacam penya-kit.
2. Mengubah makanan menjadi ampas (kotoran) dan zat-zat
makanan yang diserap tubuh / memberikan zat makanan kepada
tubuh.
Penggunaan di luar tubuh :
Bisa sangat berbahaya, dapat diarahkan untuk yang positif
dan negatif :
1. Diarahkan positif : Menggerakkan daya untuk kesembuhan
sendiri / orang lain (fungsi spiritual).
2. Diarahkan negatif : Dapat mengakibatkan hal yang panas,
sakit pada tubuh orang yang dituju maupun orang yang
menggerakkan daya tersebut.
3. Kundalini.
Zat yang sifatnya mengendalikan atau mempunyai kekuatan
untuk mengendalikan segala sesuatu (mahluk hidup, alam sekitar) di
luar tubuh manusia.Di dalam tubuh kundalini berfungsi untuk
mengendalikan peredaran di dalam tubuh manusia.
Daya mengendalikan ini sifatnya mencapai jangkauan :
1. Scope yang luas.
2. Jangkauan yang jauh.
3. Mempengaruhi yang dituju.
4. Sifatnya pasti positif.
Kundalini tidak akan berfungsi sepenuhnya (berfungsi spiritual) jika
orangnya tidak bisa masuk ke bawah sadarnya (orangnya tidak bisa
sesadar-sadarnya). Zat ini berada di sekitar anus. Jika kundalini bergerak
maka akan ada rasa dingin.
4. Rahsa.
Rasa sejati yang ada di Dhat Allah yang letaknya pada
jantung manusia, daya yang tak pernah ingkar dan sifatnya selalu benar.
Dapat membuat manusia mempunyai rasa / insting yang
tajam.
5. Roh.
Daya yang membuat manusia dapat berhubungan dengan
Alam Roh / Alam Arwah.Motornya (daya penggeraknya) adalah Kundalini.
Contohnya : Mimpi bertemu leluhur. Supaya Roh yang ada pada diri kita
bisa berfungsi secara spiritual dan dapat masuk ke Alam maya (vertikal)
maka harus dengan jalan berpuasa sampai kira-kira 2 jam sebelum waktu
berbuka puasa tiba sebaiknya digunakan untuk melakukan permohonan.
Semua zat-zat pemberian Allah sifatnya positif. Jika zat-zat tersebut dilepas
keluar tubuh maka akan terjadi
- Jika Astral Magnetisme lepas dari badan maka akan menciptakan
gambaran sesu-ai daya cipta / fikiran (membentuk bayangan).
Fikiran hanya bisa horizontal dan terbatas jaraknya.
- Jika Kriyasakti dengan Roh lepas dari badan maka bisa untuk
mengobati orang lain dalam jarak yang jauh.
- Jika Kundalini dengan Roh lepas dari badan maka bisa untuk
mengobati orang lain dalam jarak yang jauh sekali (lebih jauh dari
Kriyasakti dengan Roh).
- Jika Roh saja lepas dari badan maka orangnya akan seperti terkena
hipnotis-me.
2.7 Pengolahan Zat-Zat Pemberian Allah.
Pengolahan Kundalini :
1. Pengolahan secara khusus dengan menggerakkan daya dari
cakra-cakra yang ada
sampai tembus keluar melalui ubun-ubun.
2. Pengolahan untuk menggerakkan cakra ke 1 sampai ke 13
harus didampingi guru, agar dapat memberikan pengarahan dan
membantu jika terjadi masalah atau kemacetan di dalam salah satu
cakra. Jika tidak didampingi guru dapat mengakibatkan hal yang fatal.
3. Harus membatasi makanan, keadaan perut tidak terlalu
kenyang dan tidak kosong, makanan harus yang lembut dan tidak
merangsang.
4. Menjaga kondisi fisik untuk tenang dan ruang gerak tubuh dibatasi.
5. Mematikan 4 nafsu manusia, kondisi nol pasrah kepada Yang Maha
Kuasa.
Jika cakra 7 belum terbuka maka kundalini akan terhambat, akan ada
arus balik. Untuk mempermudah gerak kundalini mencapai cakra 7 dengan
cara menempelkan lidah ke langit-langit mulut (= cethak).
Penyakit yang bisa diakibatkan oleh pengolahan kundalini adalah
ambeien.
Kondisi saat pengolahan untuk menggerakkan Kundalini bergabung
dengan Kriyasakti menyatu dengan Cakra 4 (Nur Cahaya) dan Cakra 13
(Atom Allah) :
1. Harus membatasi makanan, keadaan perut tidak terlalu
kenyang dan tidak kosong, makanan harus yang lembut dan tidak
merangsang.
2. Menjaga kondisi fisik untuk tenang dan ruang gerak tubuh
dibatasi (menurut Lobsang Rampa : dibatasi 2 x 2 meter).
3. Jangan banyak memikirkan masalah dunia, pasrah kepada
Yang Maha Kuasa, mengosongkan diri (kondisi nol).
4. Mematikan 4 nafsu manusia dan nafsu birahi (hubungan intim).
5. Harus didampingi guru yang mengerti dan bisa membantu.
Semua kondisi di atas harus dijaga agar kondisi semua cakra dapat
berjalan dengan lancar sehingga tidak mengakibatkan sakit yang fatal.
Penyakit yang kemungkinan timbul adalah dada nyeri, penyempitan
jantung, gangguan pernafasan / tenggorokan, mata rabun, telinga tuli,
jika berpengaruh pada otak : stroke, kelumpuhan dan lain-lain.
Zat lain di manusia yang juga berfungsi spiritual : Bayu, Kelenjar Tubuh,
Zat Bening.
ELMU
Asal mula Kebatinan adalah dari mempelajari mimpi, dimana orang bisa
bertemu le-luhur di dalam mimpinya. Lalu dipikirkan bagaimana bisa
bertemu leluhur tetapi dalam keadaan sadar, tidak tidur. Dari
berbagai upaya untuk mencapai hal ini maka timbullah yang disebut
Kebatinan.
3.1 Pembagian / Penggolongan Elmu
A. Menurut bidang yang dipelajari :
a. Wedha Sasongko.
b. Cokro Manggilingan.
c. Taliroso Rosotali.
B. Menurut sumber dayanya / cara mendapatkan daya dari ilmu
tersebut :
a. Ontbending Persoonlijke Magneetisme (Mendayagunakan
Magnetisme Priba-di).
b. De Stille Kracht (Kekuatan terpendam / Silent power).
c. Vermogens van der Wil (Menggerakkan Will).
d. Intuitie / Intuisi (Kebakatan) :
1. Intuisi Wahyu I-matloeww (Openbaring) :
a. Bila diterima oleh Nabi-nabi : Firman-firman Allah.
b. Bila diterima oleh bukan nabi : Dawuh-dawuh.
2. Intuisi Wahyu.
3. Intuisi Qasaf.
4. Intuisi Inspirasi.
5. Intuisi Khusus.
e. De Heilige Geest Geheime Macht (Karunia Rohul Kudus Kuasa) =
Menda-patkan kuasa dari Tuhan sendiri = Menerima Kebangkitan
Roh Kristus :
1. Kuasa menyembuhkan.
a. Orang yang sakit.
b. Keadaan yang sakit.
2. Kuasa mengimankan.
3. Kuasa Mukjizat.
C. Menurut cara bergeraknya daya dari ilmu tersebut dalam mencapai
tujuan :
a. Ilmu Air
b. Ilmu Bambu Serumpun.
c. Ilmu .
D. Menurut tataran / tingkatan dari ilmu :
a. Tataran Ilmu Islam :
1. Sareat / Syariat.
2. Tarekat.
3. Hakekat.
4. Makrifat.
5. Makrifatullah.
b. Tataran Ilmu Jawa :
1. Mayonggo Kresno dan Mayonggo Seto.
2. Urip Awor Gaib.
3. Urip Srawung Karo Pribadi = Karno Tanding / Karno Tinanding =
Hampribadi.
4. Mandireng Pribadi =Makrifat.
5. Menghayu Hayuning Bawono.
c. Jalan Allah :
1. Manunggaling Kawulo Gusti.
2. Marifat pada 7 bidang.
3. Marifatullah.
4. Marifat Dari Makrifatullah = Makrifating Makrifatullah.
d. Umum :
1. Paranormal.
2. Spiritual.
3. Makrifat.
4. Makrifatullah.
3.2 Pembagian Ilmu Menurut Bidangnya (Menurut Ajaran Jawa).
Pembagian ajaran menurut bidang yang dipelajari, dalam Ajaran Jawa
adalah :
- Wedha Sasongko.
Menerangkan bagian-bagian manusia, isinya tentang Sangkan
Paraning Dumadi.Menjelaskan tentang Mokswa yaitu ilmu yang dapat
mengurai badan kasar kembali ke asal (bisa melepaskan semua ke asalnya
: asal 5. unsur kembali ke 5 unsur, asal Allah kembali ke Allah) namun
sewaktu-waktu beliau dapat hadir, ilmu ini dimiliki oleh The Great Master
di Tibet dan juga Beliau-beliau : para raja, para wali, para pandito di tanah
Jawa. Manusia merupakan Microcosmos (Jagad Alit = Bawono Alit = Dunia
Kecil) yang sempurna dari Macrocosmos (Jagad Ageng = Bawono Ageng =
Dunia Besar), karena itu apa yang ada diMacrocosmos juga ada di
Microcosmos. Matahari di badan manusia adanya di Cakra-Cakra karena
daya dari cakra ti-dak ada yang bisa menghalangi, sama dengan cahaya
matahari. Bulan di badan manusia adanya di ...Dari ajaran ini maka anak
kecil yang sakit dikompres di ubun-ubun, bukan di jantung. Catatan amal
manusia ada di rohnya.
- Cokro Manggilingan.
Menerangkan :
- Kalau dahulu ilmu itu miliknya / leluhurnya maka sekarang
menjadi mi-liknya lagi.
- Kalau dulu pernah berkumpul maka sekarang akan berkumpul lagi.
- Kalau dulu pusaka itu miliknya maka sekarang akan menjadi miliknya
la-gi. Orang lain mencari (ingin mendapatkan) pusaka itu tidak
mendapatkan, tetapi orang ini tidak mencari malah mendapatkan
pusaka itu. Kodenya : Roda --> Cokro. Dalam istilah Jawa : Ora ngudi
keolah, ora nyuwun diparingi (tidak belajar malah terolah, tidak minta
malah diberi).
- Taliroso Rosotali.
Ingin disempurnakan, dibentuk oleh Wahyu Cakraningrat.
Jadi Wahyu Cakraningrat itu bukan wahyu ratu / wahyu keprabon.
Sing waskito soko taliroso-rosotali (Orang menjadi waskita dari
taliroso-rosotali), bisa ikut merasakan apa (penderitaan) yang dirasakan
oleh orang lain / rakyat. Kodenya : Ros Bambu --> Taliroso.
Dengan taliroso-rosotali orang bisa merasakan terlebih dahulu
jika ada serangan gaib dari orang lain dan juga bisa mengetahui isi
pusaka tanpa menghunus pusaka itu terlebih dahulu.
3.3 Pembagian Ilmu Gaib Berdasarkan Sumber Dayanya.
Pembagian ilmu Gaib (berdasarkan sumber dayanya) :
A. Ontbending Persoonlijke Magneetisme (Mendayagunakan Magnetisme
Pribadi).
Ilmu ini digerakkan dengan menggunakan pernafasan.
Dengan ilmu ini bisa dipergunakan untuk :
-Melihat, mendengar, dan merasakan hal-hal yang sifatnya gaib
serta berhu-bungan dengan Alam Roh.
-Menundukkan orang lain.
Dengan mengolah pernafasan kita bisa mengadakan kontak
maksimal dengan Alam Arwah Tingkat 4 (dengan Alam Malakut
tidak bisa) dalam batasan mendengarkan pesan / dawuh.
B. De Stille Kracht (Kekuatan terpendam / Silent power).
Ilmu ini digerakkan dengan menggunakan mantra-mantra atau juga
menarik daya kekuatan dari keramat. Pesan Wali Songo : Janganlah kita
masuk ke dalam ilmu ini karena nantinya kita akan susah ditarik keluar
dari ilmu ini.
C. Vermogens van derWil (Menggerakkan Will).
Ilmu bergerak menurut will kita dengan menggunakan pernafasan.
Will bisa digabung dengan cakra 6 (daya cipta) dan cakra 4 (nur) maka
akan menjadikan ilmu sihir yang hebat seperti memindahkan
barang-barang dan lain-lainnya.Will adanya di Tulang Dada.
D. Intuitie / Intuisi (Kebakatan).
Ilmu ini didapat dari keturunan dan tidak dapat dengan sengaja
untuk mempelajarinya.Macam-macam Intuisi :
1. Intuisi Wahyu I-matloeww (Openbaring) : Intuisi yang paling
tinggi.
a. Bila diterima oleh Nabi-nabi : Firman-firman Allah.
b. Bila diterima oleh bukan nabi : Dawuh-dawuh.
Merupakan daya puncak dari Atman.
2. Intuisi Wahyu : Tanpa disengaja nyeletuk/berbicara dan
jadi/benar (bawah sadar)
3. Intuisi Qasaf : Kebakatan melihat dan mendengar yang gaib
tanpa latihan.
4. Intuisi Inspirasi.
5. Intuisi Khusus : Mendapatkan jalan keluar dari suatu
persoalan.
Ilmu dari leluhur bisa menurun pada keturunannya, sehingga
keturunannya tanpa belajar bisa mempunyai ilmu. Ini terjadi karena
kita dibentuk oleh leluhur, atom-atom (termasuk ilmunya) diturunkan
pada keturunan. Bentukan leluhur tidak mungkin bisa dilepaskan
begitu saja. Hal semacam ini termasuk dalam Cakra Manggilingan :
- Kalau dahulu ilmu itu miliknya / leluhurnya maka sekarang
menjadi mi-liknya lagi.
- Kalau dulu pernah berkumpul maka sekarang akan berkumpul
lagi.
- Kalau dulu pusaka itu miliknya maka sekarang akan menjadi
miliknya la-gi.Orang lain mencari (ingin mendapatkan) pusaka itu
Tidak mendapatkan, tetapi orang ini tidak mencari malah
mendapatkan pusaka itu.
E. De Heilige Geest Geheime Macht (Karunia Rohul Kudus Kuasa).
Mendapatkan kuasa dari Tuhan sendiri.Ilmu ini didapat dari jiwa yang
mempunyai pengabdian terhadap sesama secara terus-menerus tanpa
adanya pamrih. Mendapatkan daya Karunia Rohul Kudus Kuasa
disebut juga menerima Kebangkitan Roh Kristus, syaratnya menjadi
abdi kemanusiaan (inilah top / puncak spiritual).
Daya Karunia Rohul Kudus Kuasa berupa :
1. Kuasa menyembuhkan.
- Kuasa menyembuhkan Orang yang sakit.
- Kuasa menyembuhkan Keadaan yang sakit.
2. Kuasa mengimankan.
3. Kuasa Mukjizat.
Karunia Rohul Kudus dibagi menjadi :
1. Karunia Rohul Kudus Kenyataan :
- Hikmah.
- Perkataan Hikmah.
- Perkataan Marifat.
2. Karunia Rohul Kudus Ilham :
- Nurbuwat.
- Berbahasa Lidah.
- Mengartikan Bahasa Lidah.
3. Karunia Rohul Kudus Kuasa :
- Iman.
- Menyembuhkan :
* Orang yang sakit.
* Keadaan yang sakit.
- Mukjizat.
Dasar dari Karunia Rohul Kudus Kuasa adalah pengorbanan dan
pengabdian. Daya Karunia Rohul Kudus Kuasa memancar dari Jantung
dan Ulu Hati arahnya vertikal dengan daya Jantung lebih dulu / lebih
tinggi untuk mencapai zat mutlak Allah, sedangkan daya Ulu Hati
mengadakan dan mewujudkan sesuai dengan apa yang dimohonkan
kemudian daya Jantung yang menghidupkan. Sifat daya Karunia Rohul
Kudus Kuasa selalu vertikal dan turunnya berupaMukjizat. Contohnya :
Mukjizat Nabi Ibrahim dengan keluarnya air zam-zam. Orang yang
menerima Karunia Rohul Kudus Kuasa hanya 1 orang pada 1 masa dan
orang itu akan mendapatkan ujian dan cobaan sampai akhir hayatnya.
Penyakit yang ditimbulkan : penyakit jantung. Bisa untuk
menyembuhkan orang / keluarga dari penyakit akibat dari
ketidaktahuan / kegelapan karena ilmu. Gerak Kundalini bergabung
dengan Kriyasakti menyatu dengan Nur Cahaya (Cakra 4) dan Atom Allah
(Cakra 13) akan menciptakan daya :
1. Roh bisa lepas mencapai jangkauan yang jauh dan
mempengaruhi scope luas.
2. Dapat melihat ke tempat yang jauh, peristiwa yang
telah / akan terjadi.
3. Dapat mendengar suara / menerima pesan gaib.
4. Dapat memohonkan Mukjizat Allah dengan daya Roh Kudus Kuasa.
5. Daya ucapan perkataannya bersifat Kun Fa Yakuun (Apa
yang terucap maka terjadi).
3.3.1 Perbedaan Antara Karunia Rohul Kudus Kuasa : Menyembuhkan
Dan Mukjizat. Perbedaan antara Karunia Rohul Kudus Kuasa
Menyembuhkan (Kun FaYakuun : Yaasiin) dengan Karunia Rohul Kudus
Kuasa Mukjizat (Kun Fa Yakuun : Adz-Dzaariyaat) :
3.3.1.1 Karunia Rohul Kudus Kuasa Menyembuhkan
(Kun Fa Yakuun :Yaasiin) :
1. Kode : 001.100.
2. 0 = vertikal : mengabdi kepada Tuhan tanpa pamrih (Hablun
Minan Allah)
0 = horizontal : mengabdi kepada sesama tanpa pamrih
(HablunMinan Naas)
1 = Dhat Allah bergerak vertikal ke atas bertemu Dhat Mutlak
Allah, meyen-tuh lapisan yang diperlukan (Kun).
1 = Daya turun memancar dari Dhat Mutlak Allah.
0 = Turun ke Dhat Allah sesuai dengan apa yang dimohonkan.
0 = Nur Cahaya bergerak horizontal mewujudkan apa yang
diniatkan (Fa Yakuun).
3. 001 = Orang yang bisa membawakan ayat-ayat Surat Yaassiin
secara Hablun Minan Allah dan Hablun Minan Naas akan
mempunyai daya Kun Fa Yakuun (sudah mendapat
salam dari Tuhan sendiri).100=Kuasa menyembuhkan.
3.3.1.2 Karunia Rohul Kudus Kuasa Mukjizat
(Kun Fa Yakuun : Adz-Dzaariyaat) :
1. Kode : 100.001
2. 1 = Manusia yang sedang manunggal dengan Tuhan.
0 = Mempunyai kuasa atas segala kekuasaan.
0 = Mempunyai kuasa atas segala kekayaan.
0 = Nol vertikal.
0 = Nol horizontal.
1 = Beliau seperti Tuhan sendiri.
3. 100 = Manusia yang sedang manunggal dengan
Tuhan maka dia kuasa atas segala kekuasaan dan
kekayaan. = Kekuasaan yang dipaksakan akan habis
dan kekayaan yang diperoleh de-ngan tidak halal
akan habis.
001 = Kuasa mukjizat ,Kode angka 001 = vertikal
horizontal pasrah kepada Tuhan.
0 = mati nafsu daging.
0 = mati nafsu darah.
1 = Kebangkitan Kristus.
Kode angka 100 = bertemu dengan Khaliknya.
3.4 Pembagian Ilmu Menurut Cara Bergeraknya Daya.
3.5 Pembagian Ilmu Menurut Tingkatannya / Tataran Ilmu.
Ada beberapa versi dari tataran / tingkatan ilmu :
3.5.1 Tataran Ilmu Islam.
Dalam agama Islam tataran ilmu ada 5 :
1. Sareat / Syariat.
2. Tarekat.
3. Hakekat.
4. Makrifat.
5. Makrifatullah.
3.5.2 Tataran Ilmu Jawa.
Dalam Ajaran Jawa tataran ilmu Jawa ada 5 :
1. Mayonggo Kresno dan Mayonggo Seto.
-Mayonggo Kresno (Bayangan orang berwarna hitam) : Jiwa masih
belum puas terhadap dunia.
-Mayonggo Seto (Bayangan orang berwarna putih): Jiwa masih
belum puas terhadap ilmu.
Mayang = bayang / bayangan, Nggo = Katon Onggo = wujud.
Mayonggo = Mayang + Nggo = Mayang (bayang) wujud.
Kresno = Hitam, Seto = putih.
Orang yang masih senang dengan sifat duniawi disebut Gandrung.
Orang yang mempunyai sifat vertikal (keTuhanan) yang sangat
tinggi disebut Gandring.
Orang yang merindukan pendekatan dengan Allah dan juga berikut
amalannya maka disebut sedang Gandring.
2. Urip Awor Gaib.
Harus diperhatikan siapa yang mengendalikan / membisiki, bisa
dari :
- Gaib Tuhan.
-Mahluk Halus.
Bisikan mahluk halus inilah yang dalam istilah Jawanya : Kerep ajakajak
ora Perang Brotoyudo joyo binangun, yang berarti : sering
mengajak untuk tidak memerangi hawa nafsu (= perang Brotoyudo =
melewati jembatan Shiraathal Mustaqiim) untuk mendapatkan
kejayaan
(Joyo Binangun) / keme-nangan (Surat Al Fat'h).
Ini yang harus dilawan dengan Karno Tanding.
3. Urip Srawung Karo Pribadi = Karno Tanding / Karno Tinanding
= Hampribadi.
Karno = telinga, Tanding = melawan.
Yaitu melawan bisikan-bisikan mahluk halus lewat telinga yang Kerep
ajak-ajak ora Perang Brotoyudo joyo binangun.
Disini orang dilewatkan jembatan Shiraathal Mustaqiim (sesuai Surat
Al Ma'ariij = Tangga-Tangga Untuk Naik) dimana yang dinaikkan
adalah Dhat.
4. Mandireng Pribadi = Makrifat (dalam bidang apa).
(Pangruwating Diyu (meruwat darah sendiri)).
5. Menghayu Hayuning Bawono.
(Mengorbankan kepentingan diri-sendiri untuk orang banyak
(harus didasari oleh pengabdian yang tulus ikhlas)).
3.5.3 Jalan Allah.
Jalan Allah itu :
1. Manunggaling Kawulo Gusti.
Kodenya adalah angka 2.
2. Marifat pada 7 bidang, maksudnya cenderung mencintai ketujuh
bidang terse-but.
3. Marifatullah, maksudnya sudah bisa mendayagunakan (bukan
mencintai lagi) ketujuh bidang marifat tersebut.
Bila manusia sudah manunggal dengan dengan dhatullah ia bisa
manunggal dengan alam semesta artinya manunggal dengan atomatomdari
zat mutlak Allah maka manusia itu sama dengan Batoro
Wisnu. Batoro Wisnu adalah keadaan manunggal dengan zat mutlak
Allah plus dapat mendayagunakan atom-atom hidup yang ada di alam
/ udara ini. Wisnu itu apa yang diucapkan jika sifatnya positif akan
jadi, syaratnya orangnya harus tidak emosi (sabar). Di dalam sejarah
yang sudah Nunggal adalah Prabu Erlangga dan Prabu Hayam
Wuruk.Kode Marifatullah adalah angka 0 (nol).
4. Lebih tinggi dari Marifatullah yaitu sudah bisa
mendayagunakan atom-atom hidup yang ada di udara ini dengan
menggerakkan atom yang maha ghaib yang ada pada badan manusia
Itu sendiri. Bila sudah berhasil mendayagunakan atom dari Energi
YangMaha Gaib maka dapat disebut Marifat Dari Makrifatullah
(Makrifating Makrifatullah) dan sebagai Mandataris Tuhan sendiri.
Bila manusia sudah manunggal dengan atom yang maha gaib maka
manusia itu lebih tinggi dari Batoro, itulah Beliau Wali Ke X
(Ingkang Kaping Sedoso). Kodenya adalah Salib (Orang digerakkan
dalam Cross Position) karena menandakan Kebangkitan dan menyatunya
prana udara dan prana bumi berikut atom Energi Yang Maha Gaib yang
ada pada manusia. Prana Sakti adalah gabungan daya prana udara dan
bumi dengan daya Cakra 13. Prana Yama (Tinarbuko) adalah orang
mengalami Kebangkitan Kristus / Kebangkitan Roh Allah / Kebangkitan
Sang Hyang Nur Cahyo dengan mematikan nafsu daging dan nafsu
darah, dalam Al Qur'an dijelaskan dalam Surat Al Qiyamah Kebangkitan)
sedangkan di AlKitab dengan ayat : Yesus bangkit di antara orang mati
(mati nafsu daging dan nafsu darahnya). Sang Hyang Nur Cahyo = Nur
Illahi = Allah sendiri. Tuhan memberikan Kesanggupan kepada setiap
orang asalkan manusianya mau memenuhi persyaratannya. Syarat untuk
mendapatkan Kebangkitan Roh Kristus adalah menjadi Abdi
Kemanusiaan dan inilah topnya spiritual. Para pertapa bisa mematikan
nafsu daging tetapi dia tidak bisa mengabdikan diri untuk umat manusia,
oleh karena itu para pertapa itu tidak mendapat Kebangkitan Kristus.
Dengan mendapat Kebangkitan Roh Kristus maka akan mempunyai daya
Karunia Rohul Kudus Kuasa. Kodenya adalah angka 10 artinya Tuhan
sendiri turun. Wali Nunggal itu adalah yang disebut keseluruhan
badannya bagaikan Tuhan sendiri yang menampakkan dirinya :
- Badan di dalam manusia ini adalah ayat-ayat dari Kitab-
Kitab Suci.
- Tangannya adalah bagaikan tangan Tuhan.
- Dengan segala actionnya tidak perlu dengan ucapan /
membaca doa.
- Diibaratkan Atom-Atom Hidup sebagai pecahan dari Zat Mutlak Allah
sudah menempel di dalam badannya.Manusia ini punya daya :
- Dapat membuat tanah tandus menjadi subur (daya Dhat, Nur
dan Otak Bu-dhi).
- Dapat membuat orang manusia yang sudah meninggal hidup
kembali (daya Dhat dan Nur).
- Dapat meyembuhkan orang sakit tanpa perlu dia hadir di
tempat itu.dengan cara mengaktifkan atom-atom hidup yang ada di
udara dan tanah. Syaratnya manusia tersebut harus punya rasa
pengabdian dan kemanusiaan.
Semboyannya :
- Untukku Tuhan Maha Tahu tetapi untuk mereka yang belum
tahu perlu aku mohonkan kepada Tuhan untuk mereka.
- Vertikal : pasrah kepada Allah dan horizontal :
mengorbankan diri untuk kepentingan orang lain (Hablun Minan Allah
Wal Hablun Minan Naas).Bila kita dapat membangkitkan keikhlasan /
kepasrahan di dalam kehidupan maka yang didapat adalah suatu daya
yang dahsyat.
3.6 Mendem Jero Mikul Duwur.
Mendem Jero Mikul Duwur artinya semua penderitaan, hinaan, usaha /
ikhtiar dan sebagainya tidak pernah diceritakan / dinilai / dihitunghitung
kepada orang lain (mendem jero) dan berupaya mengangkat
kehidupan keluarga, orang lain, bangsa, rakyat, umat manusia untuk
bisa mentas / terangkat dalam kehidupan dunia dan akhirat (mikul
duwur), misalnya memajukan rakyat menjadi pandai seperti jasa-jasa
Bung Karno kepada rakyat.
3.7 Anak Yang Soleh.
Hanya Anak Soleh yang bisa mengangkat orang tuanya / leluhurnya
sendiri di surga dengan amal perbuatan yang baik / cinta kasih terhadap
orang lain.Ciri-ciri dari Anak Soleh adalah dia harus bisa atau sudah pernah
mengorbankan kepentingan hidupnya untuk menolong orang lain, dan dia
tidak pernah menceritakan kepada siapapun dan juga tidak pernah
mengungkit.Para Leluhur itu tidak ada permintaan apa-apa selain
mengharapkan agar anak cucunya yang masih hidup dapat melaksanakan
amal perbuatan, cinta kasih, dan ber-budi luhur selama di dunia agar
nantinya Beliau juga bisa naik peringkat.
3.8 Ahli Surga.
Ciri-ciri Ahli Surga :
1. Tidak mempunyai rasa iri apalagi dengki terhadap orang lain.
2. Tidak membicarakan kekurangan apalagi kejelekan orang lain
terutama sifat negatifnya.
3. Selalu bersedekah --> walau kecil tetapi selalu setiap hari.
4. Selalu membantu orang lain --> walau tidak materi, tenaga /
pikiran juga bisa.
5. Tidak pernah mengeluh --> semua diterima dengan ikhlas.
Ciri-ciri Anak Yang Soleh adalah sama dengan ciri-ciri Ahli Surga.
3.9 Tasawuf Hidup.
Tasawuf Hidup adalah melakukan tapa tetapi tidak menyendiri (tidak perlu
masuk hutan atau goa) dimana manusia di dalam melakukannya tidak
meninggalkan kodrat manusianya untuk mencari nafkah, tetap melakukan
aktifitas pekerjaannya secara normal. Tidak terlihat secara fisik bahwa ia
sedang menjalankan tapa, yang membedakan adalah amal dan perbuatannya
yatu dengan membawakan cinta kasih sehingga nafsu dirinya bisa dikuasai.Jika
seseorang melakukan Tasauf Kehidupan secara benar maka ia sudah memasuki
Ilmu Suhud dan ini terlihat dari amal perbuatannya. Tetapi di dalam kehidupan
bermasyarakat orang seperti ini seingkali mendapat celaan karena hampir
tidak pernah terlihat menjalankan kewajiban agamanya, misalnya Shalat
karena bagi dia yang terpenting adalah melakukan cinta kasih dan menguasai
nafsu dirinya. Shalat sendiri bertujuan agar orang tidak sempat berbuat negatif
dan selalu ingat kepada Allah dengan cara membuat waktu antar shalat sempit
/ pendek selang waktu-nya. Jadi sebenarnya tujuan Shalat sama dengan tujuan
Tasauf Kehidupan yaitu selalu berfikiran dan berbuat yang positif. Orang yang
melakukan Tasauf Kehidupan akan membawakan cinta kasih dan menguasai
nafsu dirinya, ini berarti ia selalu berfikiran positif dan dengan amal perbuatannya
ia menjadi berharga di mata Allah. Salah satu tasawuf hidup adalah
Tapaning Ngahurip.
3.10 Tapaning Ngahurip.
Tapaning Ngahurip merupakan langkah awal untuk dapat menggerakkan
daya-daya yang ada pada manusia bagi kebaikan.Perincian Tapaning
Ngahurip / Bertapanya orang hidup / Tasawuf Hidup termasuk zakat yang
harus dilaksanakan :
1. Tapaning Badan Rogo.
Zakatnya :
1. Anorogo :
Memelihara dan menjaga dirinya agar selalu simpatik dimanapun
berada, di depan siapapun dan selalu membawakan sikap
kepribadian yang ramah kepada semua orang.
2. Ulah Pedamelan Sae :
Melaksanakan pekerjaan dengan baik dan jujur, mengerjakan segala
sesuatu dengan sebaik mungkin dan mengupayakan supaya hasilnya
membawa kebaikan bagi banyak orang.
2. Tapaning Manah Lan Budi.
Zakatnya :
1. Nrimo :
Bisa menerima segala cobaan dan nikmat Allah dalam keadaan
apapun dengan tidak mengeluh atau menyesali suatu keadaan
dirinya. Dalam peristiwa yang menyenangkan atau dalam kondisi
sulit selalu mengingat dan bersyukur atas apa yang diberikan Allah.
2. Sabar Lan Binangun / Sabar Ing Coba Lan Bilahi:
Bersabar menerima cobaan dan musibah yaitu dalam menghadapi
setiap peristiwa kehidupan selalu mengambil makna yang positif,
sehingga suatu kesedihan / kesusahan bukanlah hal yang harus
selalu disesali secara berlebihan atau menjadi putus asa.
3. Tapaning Nafsu.
Zakatnya :
1. Ikhlas :
Memiliki hati yang ikhlas di dalam setiap amal perbuatannya.
Semboyannya : Do It And Forget It (Berbuat kebaikan / beramal
dan tidak mengingat-ingat / tidak pamrih).
2. Ngapunten Dateng Kalepatan :
Harus bisa jadi pemaaf terhadap kesalahan orang lain karena
Tuhan itu maha pengampun. Minta maaf kepada orang tua.
4. Tapaning Nyowo.
Zakatnya :
1. Tememen :
Pegang teguh amanah, selalu tertib, disiplin dan memperlihatkan
sikap sungguh-sungguh.
2. Ora Dahweni Munosiko :
Tidak membicarakan orang lain dan tidak diperbolehkan menyakiti
/ menyiksa batin / badan, baik dirinya sendiri dan terlebih Orang lain.
5. Tapaning Rakhsa. --> Roso Sejati.
Zakatnya :
1. Anelongso :
Selalu merindukan kedekatan kepada Allah dengan trenyuh.
2. Meneng :
Tidak menanggapi / memberikan komentar atas segala persoalan
/pernyata-an / perkataan orang lain dengan emosi.
3. Ambek Utomo :
Lebih dulu mementingkan kepentingan orang lain daripada
kepentingan dirinya sendiri.
Pada umumnya ada yang berpendapat untuk Tapaning Alas Ketonggo namun
tidak mengetahui maksud dan arti yang lebih luas dari kata "Tapaning Alas
Ketonggo". Tapaning Alas Ketonggo pengertiannya adalah tapa di katon
onggo. Jadi pengertian dari Tapaning Alas Ketonggo sama dengan pengertian
dari "Tapaning Ngaurip".
Beberapa tapa yang salah pengertian :
- Tapa Ning Alas Ketonggo (Bertapa di hutan Ketonggo).
Pengertian yang lebih luas adalah Tapa Ning Katon Onggo
(Bertapa di badan yang kelihatan) yaitu Tapa Ning Nga Hurip.
- Tapa Ngemis (Bertapa dengan menjadi pengemis yang memintaminta).
Pengertian yang lebih luas adalah ngemis atau minta welas asih
Tuhan dengan membawakan pemurah, pengasih dan penyayang (Cinta
Kasih) untuk bertemu dengan Tuhan agar bisa berdialog dengan Tuhan,
minta cinta kasih supaya diberi. Dalam ngemis itu batin seseorang
menangisi, meratapi kedekatan Allah (Tuhan tidak bisa didekati dengan
kesenangan melainkan harus diratapi kedekatannya).
- Bertapa menyepi di goa-goa / hutan-hutan.
Dengan tapa ini bisa mematikan nafsu darah tetapi tidak bisa
mendapatkan Kebangkitan Kristus karena tidak bisa menjadi Abdi
Kemanusiaan.
- Tapa Manglantur.
Yaitu bertapa tidak makan tidak minum sehingga berubah menjadi
badan etheris. Untuk meluhurkan nafsu terhadap makanan bukan
dengan tidak makan tidak minum tetapi dengan tidak mengikatkan diri
kepada makanan tertentu, asalkan makanan itu sehat kita makan, t
idak harus jenis makanan tertentu saja.Siapa yang berhasil lulus dari
Tapaning Ngaurip maka akan mendapatkan firasat atau roso yang
tajam terhadap getaran atau daya yang ada di sekitarnya.
3.11 Melek / Manter.
Jika kita bisa tidak tidur (melek / manter) dari jam 0.00 sampai
subuh maka itu sama dengan melakoni / melakukan Tapaning
Ngahurip.Dengan melek itu kita bisa mendapatkan jalan keluar
sehingga seluruh persoalan keluarga bisa diatasi. Doa orang Jawa
pada saat kesusahan : Duh Gusti, Dosa Menopo Tasih Melepet
Dateng Kawulo, Kok Taseh Pinaringan / Pikantuk Ujian Lan Coba
Dateng Kawulo Koyo Meniko (Ya Tuhan, dosa apa yang masih
melekat pada hamba, sehingga masih mendapatkan cobaan pada
hamba seperti ini). Kabegjan yang sebenarnya adalah mendapatkan
wejangan : ilmu untuk hidup, bukan dilihat dari rejeki sifat duniawi.
Lambangnya Nabi Isa adalah will / cita-cita / kareb / kemauan.
Dalam melek itu willnya harus kuat, baru bisa membuka jalan. Will
adanya di tulang dada, motornya Nur. Yang ingin menjadikan
sesuatu itu wujud / tercapai adalah kareb / will yang membuka jalan.
Kareb/Will harus mantap, selama will kita lurus di jalan Tuhan pasti
Allah akan mengabulkan cita-cita kita (bila orang mempunyai
kemauan maka akan ada hasil). Mulane nek kowe nduwe kareb kudu
sing mantep (Karena itu jika kamu punya niat harus yang mantap).
Cita-cita jangan pagi-sore, harus mantep dalam panyuwune /
permohonannya. Di dalam menjalani hidup dan tafakur / manter
(Kang Jumeneng-aken Roso Sejati = mendudukkan rahsa di
singgasananya) yang penting adalah :
- Mantep ing pikir.
- Mantep ing batin.
- Mantep ing karep (will).
Dengan kita melek adalah belajar untuk mendapatkan daya di
bawah sadar. Dengan melek itu diharapkan agar bisa berlaku : Aku
Ora Ono, Sing Ono Sing Nyipta-ake Aku (aku tidak ada, yang ada
yang menciptakan aku), agar nantinya bisa berdialog dengan Tuhan.
Pada tingkat pertama : Manunggaling Kawulo Gusti.
Tingkatan kedua : Gusti Manunggal Karo Zat Mutlak Allah.
Istilah diam dari jam 0.00 sampai beduk subuh disebut Semar
Maneges (Semar Berdiam Diri). Maneges Marang Gusti artinya
berdialog dengan Tuhan. Orang yang kuat di dalam Maneges akan
punya daya kuat Angkat Junjung.
Dengan melek kita bisa merasakan perubahan getaran yang turun
pada malam hari dalam selang waktu : jam 0 s/d 1, jam 1 s/d 2,
jam 2 s/d 4, jam 4 s/d 6. Perubahan / perbedaan ini bisa dirasakan
dengan menghidupkan roso.
Mengetahui Sejatining Kahanan dengan roso sejati.Menurut Ajaran
Wali Songo tiap-tiap selang waktu tadi adalah saat
yang paling baik untuk suatu hal (tiap selang waktu berbeda-beda
halnya).Misalnya selang waktu jam 2 s/d 4 paling baik untuk berdoa
(Shalat Tahajud).
Untuk dapat mengetahui pribadi kita sendiri maka lakunya Bertafakur
(seperti tidur akan tetapi kita masih sadar). Dalam Pepatah Jawa : Sak
Jerone Ngaliyep Ketemu Ning Pribadine atau Sak Jerone Ngaliyep Ing
Kono Jumuduling Pribadine (dalam keadaan seperti tidur tetapi masih
sadar (Ngaliyep) disitulah muncul/ bangun pribadinya).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar